Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Januari 2014

Perbedaan Antara Perancangan Terstruktur dan Berorientasi Objek

Pada pengembangan suatu sistem informasi ada beberapa metode perancangan, diantaranya yaitu perancangan terstruktur dan berorientasi objek. Disini akan dijelaskan perbedaan antara kedua metode perancangan tersebut.
 
Perancangan Terstruktur (Structured Analisys and Design / SSAD)

Metode ini diperkenalkan pada tahun 1970, yang merupakan hasil turunan dari pemrograman terstruktur. Metode pengembangan dengan metode terstruktur ini terus diperbaiki sampai akhirnya dapat digunakan dalam dunia nyata.
Perancangan ini bertujuan untuk membuat model SOLUSI terhadap PROBLEM yang sudah dimodelkan secara lengkap pada tahap analisis terstruktur. Ada empat kegiatan perancangan yang harus dilakukan, yaitu:
  1. Perancangan arsitektural; kita merancang struktur modul P/L dengam mengacu pada model analisis yang sesuai (DFD). Langkahnya adalah: mengidentifikasi jenis aliran (transform flow atau transaction flow), menemukan batas-batas aliran (incoming flow dan outgoing flow), kemudian memetakannya menjadi striktur hirarki modul. Selanjutnya, kita alokasikan fungsi-fungsi yang harus ada pada modul-modul yang tepat.
  2. Perancangan data; kita merancang struktur data yang dibutuhkan, serta merancang skema basisdata dengan mengacu pada model analisis yang sesuai (ERD).
  3. Perancangan antarmuka; kita merancang antarmuka P/L dengan pengguna, antarmuka dengan sistem lain, dan antarmuka antar-modul.
  4. Perancangan prosedural; kita merancang detil dari setiap fungsi pada modul. Notasi yang digunakan bisa berupa flow chart, algoritma, dan lain-lain
Pastikan bahwa model perancangan yang dibuat sudah mengakomodasi kebutuhan non fungsional.
Berikut ini merupakan kelebihan dan kekurangan metode perancangan terstruktur :



Kelebihan
  • Milestone diperlihatkan dengan jelas yang memudahkan dalam manajemen proyek
  • SSAD merupakan pendekatan visual, ini membuat metode ini mudah dimengerti oleh pengguna atau programmer.
  • Penggunaan analisis grafis dan tool seperti DFD menjadikan SSAD menjadikan bagus untuk digunakan.
  • SSAD merupakan metode yang diketahui secara umum pada berbagai industry.
  • SSAD sudah diterapkan begitu lama sehingga metode ini sudah matang dan layak untuk digunakan.
  • SSAD memungkinkan untuk melakukan validasi antara berbagai kebutuhan
  • SSAD relatif simpel dan mudah dimengerti.
Kekurangan
  • SSAD berorientasi utama pada proses, sehingga mengabaikan kebutuhan non-fungsional.
  • Sedikit sekali manajemen langsung terkait dengan SSAD
  • Prinsip dasar SSAD merupakan pengembangan non-iterative (waterfall), akan tetapi kebutuhan akan berubah pada setiap proses.
  • Interaksi antara analisis atau pengguna tidak komprehensif, karena sistem telah didefinisikan dari awal, sehingga tidak adaptif terhadap perubahan (kebutuhan-kebutuhan baru).
  • Selain dengan menggunakan desain logic dan DFD, tidak cukup tool yang digunakan untuk mengkomunikasikan dengan pengguna, sehingga sangat sulit bagi pengguna untuk melakukan evaluasi.
  • Pada SAAD sulit sekali untuk memutuskan ketika ingin menghentikan dekomposisi dan mliai membuat sistem.
  • SSAD tidak selalu memenuhi kebutuhan pengguna.
  • SSAD tidak dapat memenuhi kebutuhan terkait bahasa pemrograman berorientasi obyek, karena metode ini memang didesain untuk mendukung bahasa pemrograman terstruktur, tidak berorientasi pada obyek (Jadalowen, 2002).
Perancangan Berbasis Objek (Object-oriented Analysis and Design / OOAD)

Metode OOAD melakukan pendekatan terhadap masalah dari perspektif obyek, tidak pada perspektif fungsional seperti pada pemrograman terstruktur. Akhir-akhir ini penggunakan OOAD meningkat dibandingkan dengan pengunaan metode pengembangan software dengan metode tradisional. Sebagai metode baru dan sophisticated bahasa pemrograman berorientasi obyek diciptakan, hal tersebut untuk memenuhi peningkatan kebutuhan akan pendekatan berorientasi obyek pada aplikasi bisnis.
Metode pengembangan perangkat lunak berorientasi objek yang sudah dikenal, dan diantaranya adalah :
  • Object Oriented Analysis (OOA) dan Object Oriented Design (OOD) dari Peter Coad dan Edward Yourdon [1990].
  • Object Modeling Technique (OMT) dan James Rumbaugh, Michael Blaha, William Premerlan, Frederick Eddy dan William Lorensen [1991].
  • Object Oriented Software Engineering (OOSE) dan Ivar Jacobson [1992].
  • Booch Method dan Grady Booch [1994].
  • Sritrop dan Steve Cook dan John Daniels [1994].
  • UML (Unified Modeling Language) dari James Rumbaugh. Grady Booch dan Ivar Jacobson [1997].
Metodologi pengembangan sistem berorientasi objek mempunyai tiga karakteristik utama, yaitu:

1.      Encapsulation
  •  Encapsulation merupakan dasar untuk pembatasan ruang lingkup program terhadap data yang diproses.
  •  Data dan prosedur atau fungsi dikemas bersama-sama dalam suatu objek, sehingga prosedur atau fungsi lain dari luar tidak dapat mengaksesnya.
  •  Data terlindung dari prosedur atau objek lain, kecuali prosedur yang berada dalam objek itu sendiri.
2.      Inheritance
  •  Inheritance adalah teknik yang menyatakan bahwa anak dari objek akan mewarisi data/atribut dan metode dari induknya langsung. Atribut dan metode dari objek dari objek induk diturunkan kepada anak objek, demikian seterusnya.
  • Inheritance mempunyai arti bahwa atribut dan operasi yang dimiliki bersama di anatara kelas yang mempunyai hubungan secara hirarki.
  •  Inheritance menggambarkan generalisasi sebuah kelas.
3.     Polymorphism
  •  Polimorfisme yaitu konsep yang menyatakan bahwa sesuatu yang sama dapat mempunyai bentuk dan perilaku berbeda.
  •  Kemampuan objek-objek yang berbeda untuk melakukan metode yang pantas dalam merespon message yang sama.
  •  Seleksi dari metode yang sesuai bergantung pada kelas yang seharusnya menciptakan objek.
Kelebihan dan kekurangan dari metode perancangan ini adalah sebagai berikut :

Kelebihan
  • Dibandingkan dengan metode SSAD, OOAD lebih mudah digunakan dalam pembangunan sistem
  • Dibandingkan dengan SSAD, waktu pengembangan, level organisasi, ketangguhan,dan penggunaan kembali (reuse) kode program lebih tinggi dibandingkan dengan metode OOAD (Sommerville, 2000).
  • Tidak ada pemisahan antara fase desain dan analisis, sehingga meningkatkan komunikasi antara user dan developer dari awal hingga akhir pembangunan sistem.
  • Analis dan programmer tidak dibatasi dengan batasan implementasi sistem, jadi desain dapat diformliasikan yang dapat dikonfirmasi dengan berbagai lingkungan eksekusi.
  • Relasi obyek dengan entitas (thing) umumnya dapat di mapping dengan baik seperti kondisi pada dunia nyata dan keterkaitan dalam sistem. Hal ini memudahkan dalam mehami desain (Sommerville, 2000).
  • Memungkinkan adanya perubahan dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap kebernaran software yang membantu untuk mengurangi resiko pada pembangunan sistem yang kompleks (Booch, 2007).
  • Encapsliation data dan method, memungkinkan penggunaan kembali pada proyek lain, hal ini akan memperingan proses desain, pemrograman dan reduksi harga.
  • OOAD memungkinkan adanya standarisasi obyek yang akan memudahkan memahami desain dan mengurangi resiko pelaksanaan proyek.
  • Dekomposisi obyek, memungkinkan seorang analis untuk memcah masalah menjadi pecahan-pecahan masalah dan bagian-bagian yang dimanage secara terpisah. Kode program dapat dikerjakan bersama-sama. Metode ini memungkinkan pembangunan software dengan cepat, sehingga dapat segera masuk ke pasaran dan kompetitif. Sistem yang dihasilkan sangat fleksibel dan mudah dalam memelihara.
Kekurangan
  • Pada awal desain OOAD, sistem mungkin akan sangat simple.
  • Pada OOAD lebih fockus pada coding dibandingkan dengan SSAD.
  • Pada OOAD tidak menekankan pada kinerja team seperti pada SSAD.
  • Pada OOAD tidak mudah untuk mendefinisikan class dan obyek yang dibutuhkan sistem.
  • Sering kali pemrogramam berorientasi obyek digunakan untuk melakukan anlisisis terhadap fungsional siste, sementara metode OOAD tidak berbasis pada fungsional sistem.
  • OOAD merupakan jenis manajemen proyek yang tergolong baru, yang berbeda dengan metode analisis dengan metode terstruktur. Konsekuensinya adalah, team developer butuh waktu yang lebih lama untuk berpindah ke OOAD, karena mereka sudah menggunakan SSAD dalam waktu yang lama ( Hantos, 2005).
  • Metodologi pengembangan sistem dengan OOAD menggunakan konsep reuse. Reuse merupakan salah satu keuntungan utama yang menjadi alasan digunakannya OOAD. Namun demikian, tanpa prosedur yang emplisit terhadap reuse, akan sangat sliit untuk menerapkan konsep ini pada skala besar (Hantos, 2005).
Sumber : http://eziekim.wordpress.com/2011/11/08/perbedaan-antara-perancangan-terstruktur-dan-berorientasi-objek/

Tahap Analisis Sistem

• Digunakan untuk mendefinisikan dan menggambarkan kebutuhan pemakai secara detil, waktu spesifik dan hambatan biaya• Mengikuti perencanaan sistem dan dilanjutkan rancangan sistem general
• Tugas utama analis sistem mencakup :
− Menetapkan ruang lingkup sistem
− Mengumpulkan fakta studi
− Menganalisis fakta studi
− Mengkomunikasikan penemuan melalui LAPORAN ANALISIS SISTEM
• Sistem analis yang sukses bergantung pada :
− Fakta studi yang komprehensif
− Teknik untuk mengumpulkan fakta studi
− Keterlibatan penuh pemakai
− Perangkat pemodelan untuk menganalisis
− Iterasi
• Penggunaan metode kuno untuk mengembangkan sistem
(GAMBAR)
− Penggunaan metodologi, perangkat pemodelan dan teknik yang kuno 􀃆 metodologi yg tidak jelas atau didefinisikan kurang baik, template diagram alur cara lama dan penggunaan banyak kertas
− Sistem yang dihasilkan akan :
a. Sulit untuk dipelihara
b. Tidak dapat digunakan tanpa perbaikan besar
c. Tidak dapat diandalkan
d. Sulit untuk dikembangkan
• Penggunaan metode modern untuk mengurangi metode kuno : JAD, Teknologi CASE, Diagram Jackson, W/O, Tim SWAT (Specialist With Advanced Tools)
• (Alat & Teknik/metode setiap Tahap)


FAKTA STUDI
• Suatu bagian dari informasi yang memperlihatkan realita, situasi dan hubungan yang menjamin analisis dan memodelkan secara cermat
• Fakta studi berasal dari 3 sumber yaitu :
1. Sistem sekarang
Pro kontra dari menganalisis sistem yg sekarang

Analisa Sistem

Seorang analis tidak selalu diberi kesempatan untuk membangun sebuah sistem dari awal.
Timbul analisis :
- Apa peranan sistem yg sekarang dengan sistem yang baru ?
- Apakah sistem yg sekarang baik ? Cukup baik ?
- Apakah sebaiknya menganalisis dan memodelkan sistem yg sekarang ?
- Bila ya, apakah sub sistem dalam sistem yg sekarang dianalisa ?
Keuntungan Menganalisis sistem yang sekarang :
- Menentukan apakah sistem tersebut memuaskan, memerlukan perbaikan kecil/besar atau diganti
- Membantu analisis untuk mengidentifikasikan sumber yang tersedia untuk sistem yang baru
Kerugian Menganalisis sistem yang sekarang :
- Sistem yang baru tidak relevan
- Menghasilkan hambatan yang tidak perlu atau hambatan buatan yang dimasukkan dalam rancangan dari sistem yg baru


2. Sumber internal
− Sumber yg paling penting adalah orang-orang yang akan menggunakan sistem yang baru
− Sumber berikutnya bergantung dari pekerjaan pada kertas atau dokumen dalam organisasi


3. Sumber eksternal
− Untuk melakukan pertukaran pengalaman sistem informasi dan merekomendasikan cara yg baik -> melalui membentuk grup, sponsor, seminar
• Teknik utama yang digunakan :
1. Wawancara
− Sebuah pertukaran informasi
− Direncanakan dan mempunyai kegunaan spesifik
− Sebuah mekanisme umpan bail dan jalan yg utama untuk mengumpulkan fakta studi saat digunakan dalam tahap analisis sistem
Tipe pertanyaan :
− Terbuka :

- netral dan tidak membatasi
- arah dan perkembangan dari wawancara dapat dikontrol oleh jawaban orang yg diwawancarai
− Tertutup

- Spesifik dan menyediakan pewawancara lebih banyak kontrol terhadap arah dan perkembangan dari wawancara
Pertanyaan dapat terbagi atas :
− Pertanyaan Primer

Spesifik, direncanakan, dan netral

Analisa Sistem
− Pertanyaan Sekunder

- Pertanyaan kelanjutan atau penelitian yg dirancang untuk mendapatkan lebih banyak informasi
- Tidak direncanakan, selalu dihubungkan dengan pertanyaan primer
Format urutan Wawancara :
− Funnel Format
dimulai dengan pertanyaan terbuka, kemudian pertanyaan tertutup
− Inverted Funnel Format
dimulai dengan pertanyaan tertutup diluaskan kepertanyaan terbuka
Psikologi dari wawancara
Mengenai hubungan antara orang-orang. Wawancara adalah sebuah seni, yang tidak selalu berlangsung sesuai dengan yang direncanakan.
Membangun profile sebelum wawancara dari subyek wawancara
Mencatat dan Mengevaluasi wawancara
− Mencatat

- Respon dari pertanyaan tertutup
- Respon dari pertanyaan terbuka
− Mengevaluasi

- Untuk memastikan penyempurnaan

2. Sampling
Adalah aplikasi dari prosedur tertentu untuk mengurangi 100% dari jenis dalam sebuah survei -> utk mengevaluasi atau memperkirakan beberapa karakteristik dari populasi
Berguna saat penentuan karakteristik atau nilai dari semua jenis -> memakan waktu yg lama


3. Mengamati (Observasi)
− Mengamati orang-orang yg melakukan aspek yg bervariasi dalam pekerjaan mereka.
− Sebelum melakukan pengamatan, analis sebaiknya :

- Mengidentifikasi dan menentukan apa yg akan diamati
- Memperkirakan lama waktu pengamatan yg dibutuhkan
- Mendapat persetujuan manajemen
- Menjelaskan pada peserta apa yg akan dilakukan untuk diamati
− Melakukan pengamatan yang paling efektif
− Dokumentasi dan organisasi catatan pengamatan
• Menyimpulkan analisis sistem dan mengkomunikasikan penemuan
• Menyiapkan laporan Analisis Sistem
− Laporan analisis sistem yg dipersiapkan dengan baik mendefinisikan dan meringkas penemuan yg dihasilkan dari mengumpulkan dan menganalisis fakta studi.

Analisa Sistem
− Judul Utama dan isi laporan meliputi :
1. Alasan dan ruang lingkup dari analisis sistem
2. Daftar masalah utama yang diidentifikasikan
3. Pernyataan lengkap & definisi dari kebutuhan pengguna
4. Daftar dari asumsi kritis
5. Rekomendasi


• Menyajikan penemuan dengan lisan
− Walaupun telah didokumentasikan perlu adanya penyampaian secara langsung dari manajer proyek, analis sistem dan anggota tim lainnya
− Tiga metoda yang dapat digunakan :
1. Pengingatan
2. Mambaca
3. Tanpa persiapan


− Menggunakan perangkat audio dan visual dalam penyajian lisan
• Empat kemungkinan hasil dari analisis sistem :
1. Membatalkan proyek
2. Penundaan proyek
3. Merubah proyek
4. Melanjutkan proyek