Rabu, 02 April 2014

Contoh Pengajuan Proposal Skripsi (Pengembangan Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Seksual Melalui Pendekatan Inferensi Forward Chaining Berbasis Pada Teknologi Bergerak)



Proposal Skripsi
Pengembangan Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Seksual Melalui Pendekatan Inferensi Forward Chaining Berbasis Pada Teknologi Bergerak

1.                  Latar Belakang Masalah
Dari waktu ke waktu, pengidap penyakit menular seksual (PMS) di Indonesia terus meningkat. 1987 s/d Desember 2001: Dari 671 pengidap AIDS di Indonesia, 280 orang diantaranya meninggal dunia, Desember 2002: Berdasarkan data yang masuk, terdapat 306 penderita HIV/AIDS yang tersebar di Indonesia, Tahun 2013: Ada sekitar 170.000 sampai 210.000 dari 220 juta penduduk Indonesia mengidap HIV/AIDS. Perkiraan prevalensi keseluruhan adalah 0,1% di seluruh negeri, dengan pengecualian Provinsi Papua, di mana angka epidemik diperkirakan mencapai 2,4%, dan cara penularan utamanya adalah melalui hubungan seksual tanpa menggunakan pelindung [jappy.8k.com, 2013].
Peningkatan jumlah penderita itu telah membuat masyarakat pesimistis. Salah satu penyakit seksual yang paling banyak menyebabkan kematian adalah Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau:sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus. Virusnya Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik maupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun  penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan. HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vagina, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan  tubuh tersebut. AIDS memang momok yang menakutkan. Yang lebih mengkhawatirkan, virusnya menyebar dengan sangat cepat.
Namun bukan tidak mungkin penyakit ini bisa dicegah. Cara pencegahannya dengan pengobatan biomedis. Pengobatan yang dimaksud adalah penggunaan obat antiretro viral (ARV), sikumsisi (penyunatan), penggunaan kondom, dan pengobatan PMS. Tetapi pengobatan biomedis itu perlu didukung upaya struktural. Antara lain dengan perbaikan ekonomi untuk memberantas kemiskinan dan meningkatkan pendidikan. Dengan pengetahuan yang meningkat, pengetahuan masyarakat mengenai PMS turut bertambah.  Dengan begitu, mereka bisa memahami PMS dan cara menghindarinya agar tidak tertular. Peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku pada masyarakat bisa dilakukan dengan penyuluhan dan pendidikan kesehatan.
Untuk itu perlu dibangun suatu sistem yang disebut sistem pakar. Sistem pakar ini bukanlah untuk menggantikan fungsi dokter, akan tetapi hanya digunakan sebagai pelengkap dan alat bantu yang masih terbatas, karena program diagnosis PMS ini hanya bertindak sebagai penasehat atau konsultatif dan tidak seperti halnya seorang dokter yang dapat mendiagnosis penyakit dengan suatu aksi atau gerakan. Penelitian ini diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya penderita PMS, mahasiswa kedokteran atau dokter muda dalam melakukan diagnosis terhadap PMS serta memberikan solusi pengobatannya.
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka dalam penulisan skripsi ini mengambil judul “Pengembangan Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Seksual Melalui Pendekatan Inferensi Forward Chaining Berbasis Pada Teknologi Bergerak”.

2.                  Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas yang menjadi rumusan masalah, yaitu bagaimana membangun suatu suatu sistem pakar diagnosis penyakit menular seksual yang dapat digunakan untuk mendiagnosis suatu jenis penyakit berdasarkan gejala yang dirasakan user, berbasis Android. Sehingga user menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi dengan lebih mudah dan efisien.

3.                  Batasan Masalah
Penulisan ini hanya terbatas pada :
1.    Sistem pakar dirancang berbasis Android.
2.    Sistem pakar ini mendiagnosis penyakit menular yang hanya melalui hubungan seksual saja.
3.    Metode yang digunakan adalah mesin inferensi forward chaining untuk penarikan kesimpulan.

4.                  Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah mengembangkan sistem pakar diagnosis penyakit menular seksual sebagai alternatif untuk memberikan solusi dan penanggulangan PMS, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Serta dapat menjadi bahan referensi atau rujukan bagi instansi kesehatan yang terkait.

5.                  Teori Dasar/Tinjauan Pustaka
Teori yang mendukung permasalahan diatas adalah:
5.1  Kecerdasan Buatan
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah “ide-ide untuk membuat suatu perangkat lunak computer yang memiliki kecerdasan sehingga perangkat lunak computer tersebut dapat melakukan suatu pekerjaan yang ilakukan oleh manusia” [Artanti, 2004], dengan kata lain membuat sebuah komputer dapat berpikir dan bernalar seperti manusia. Tujuan dari kecerdasan buatan ini adalah membuat computer lebih cerdas, mengerti tentang kecerdasan, dan membuat mesin lebih berguna bagi manusia. Kecerdasan buatan dapat membantu meringankan beban kerja manusia misalhnya dalam membuat keputusan, mencari informasi secara lebih akurat, atau membuat komputer lebih mudah digunakan dengan tampilan yang mudah dipahami. Cara kerja kecerdasan buatan adalah menerima input, untuk kemudian diproses dan kemudian mengeluarkan output yang berupa suatu keputusan.
Kecerdasan buatan memungkinkan komputer untuk berpikir dengan cara menyederhanakan program. Dengan cara ini, kecerdasan buatan dapat menirukan proses belajar manusia sehingga informasi baru dapat diserap dan digunakan sebagai acuan di masa-masa mendatang.
Kecerdasan atau kepandaian itu didapat berdasarkan pengetahuan dan pengalaman untuk itu agar perangkat lunak yang dikembangkan dapat mempunyai kecerasan maka perangkat lunak tersebut harus diberi suatu pengetahuan dan kemampuan untuk menalar dari pengetahuan yang telah didapat dalam menemukan solusi atau kesimpulan layaknya seorang pakar dalam bidang tertantu yang bersifat spesifik.
Kecerdasan buatan menawarkan media dan uji teoriu kecerdasan. Teori ini dapat dinyatakan dalam bahasa program komputer dan dibuktikan melalui eksekusinya pada komputer nyata.
Imlementasi dari kecerdasan buatan saat ini dapat ditemui dalam bidang-bidang antara lain :
a.                   Fuzzy logic; suatu metode kecerdasan buatan yang banyak terdapat pada alat elektronik dan robot. Dimana alat-alat elektronik atau robot tersebut mampu berpikir dan bertingkah laku sebagaimana layaknya manusia.
b.                  ­Computer vision; suatu metode kecerdasan buatan yang memungkinkan sebuah sistem komputer mengenali gambar sebagai inputnya. Contohnya adalah mengenali dan membaca tulisan yang ada gambarnya.
c.                   Artificial intelligence dalam game; suatu metode kecerdasan buatan yang berguna untuk meniru cara berpikir seorang manusia dalam bermain game. Contohnya adalah program Deep Blue yang mampu berpikir setara dengan seorang grandmaster catur.
d.                  Speech recognition; suatu metode kecerdasan buatan yang berguna untuk mengenali suara manusia dengan cara dicocokan dengan acuan atau pattern yang telah diprogramkan sebelumnya. Contohnya adalah suara dari user apat diterjemahkan menjadi sebuah perintah bagi komputer.
e.                   Expert system; suatu metode kecerdasan buatan yang berguna untuk meniru cara berpikir dan penalaran seorang ahli dalam mengambil keputusan berdasarkan siatuasi yang ada.

5.2              Sistem Pakar
Sistem pakar (expert system) secara umum adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Atau dengan kata lain sistem pakar adalah sistem yang didesain dan diimplementasikan dengan bantuan bahasa pemograman tertentu untuk dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan para ahli. Diharapkan dengan sistem ini, orang awam dapat menyelesaikan masalah tertentu baik ‘sedikit’ rumit ataupun rumit sekalipun ‘tanpa’ bantuan para ahli dalam bidang tersebut. Sedangkan bagi para ahli, sistem ini dapat digunakan sebagai asisten yang berpengalaman. Sistem pakar merupakan cabang dari Artificial Intelligence (AI) yang cukup tua karena sistem ini telah mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose problem solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newl dan Simon. Sampai saat ini sudah banyak sistem pakar yang dibuat, seperti MYCIN, DENDRAL, XCON & XSEL, SOPHIE, Prospector, FOLIO, DELTA, dan sebagainya [Kusumadewi, 2003].
Perbandingan sistem konvensional dengan sistem pakar sebagai berikut [Kusumadewi, 2003]:
A.  Sistem Konvensional
1.  Informasi dan pemrosesan umumnya digabung dalam satu program sequential.
2.  Program tidak pernah salah (kecuali pemrogramnya yang salah).
3.  Tidak menjelaskan mengapa input dibutuhkan atau bagaimana hasil diperoleh.
4.  Data harus lengkap.
5.  Perubahan pada program merepotkan.
6.  Sistem bekerja jika sudah lengkap.
B.  Sistem Pakar
1.  Knowledge base terpisah dari mekanisme pemrosesan (inference).
2.  Program bisa melakukan kesalahan.
3.  Penjelasan (explanation) merupakan bagian dari ES.
4.  Data tidak harus lengkap.
5.  Perubahan pada rules dapat dilakukan dengan mudah.
6.  Sistem bekerja secara heuristik dan logic.
Suatu sistem dikatakan sistem pakar apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut [Kusumadewi, 2003] :
1.  Terbatas pada domain keahlian tertentu.
2.  Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak pasti.
3.  Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami.
4.  Berdasarkan pada kaidah atau rule tertentu.
5.  Dirancang untuk dikembangkan sacara bertahap.
6.  Keluarannya atau output bersifat anjuran.
Adapun banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan mengembangkan sistem pakar, antara lain [Kusumadewi, 2003] :
1.  Masyarakat awam non-pakar dapat memanfaatkan keahlian di dalam bidang tertentu tanpa kesadaran langsung seorang pakar.
2.  Meningkatkan produktivitas kerja, yaitu bertambahnya efisiensi pekerjaan tertentu serta hasil solusi kerja.
3.  Penghematan waktu dalam menyelesaikan masalah yang kompleks.
4.  Memberikan penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang.
5.  Pengetahuan dari seorang pakar dapat dikombinasikan tanpa ada batas waktu.
6.  Memungkinkan penggabungan berbagai bidang pengetahuan dari berbagai. pakar untuk dikombinasikan.
Selain banyak manfaat yang diperoleh, ada juga kelemahan pengembangan sistem pakar, yaitu [Kusumadewi, 2003] :
1.  Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh sistem.
2.  Pengembangan perangkat lunak sistem pakar lebih sulit dibandingkan dengan perangkat lunak konvensional.
Tujuan pengembangan sistem pakar sebenarnya bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mensubstitusikan pengetahuan manusia ke dalam bentuk sistem, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.

5.3              Metode Forward Chaining (pelacakan ke depan)
Pelacakan kedepan adalah pendekatan yang dimotori data (data-driven). Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari informasi masukan, dan selanjutnya mencoba menggambarkan kesimpulan. Pelacakan ke depan, mencari fakta yang sesuai dengan bagian IF dari aturan IF-THEN.

5.4       Basis Pengetahuan (Knowledge Base)
Setelah menerima bidang kepakaran yang telah diaplikasikan pada sistem pakar, kemudian mengumpulkan pengetahuan yang sesuai dengan domain keahlian tersebut. Pengetahuan yang dikumpulkan tersebut tidak bisa diaplikasikan begitu saja dalam sistem. Pengetahuan harus direpresentasikan dalam format tertentu dan dihimpun dalam suatu basis pengetahuan. Pengetahuan yang dilakukan pada sistem pakar merupakan serangkaian informasi pada domain tertentu. Kedua hal tersebut menurut ekspresi klasik oleh Wirth ditulis sebagai berikut:
Algoritma + Struktur Data = Program     Pengetahuan + Inferensi = Sistem Pakar.

5.5 Unified Modeling Language (UML)
            UML adalah sebuah bahasa untuk menentukan visualisasi, kontruksi, dan mendokumentasikan artifact (bagian dari informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses pembuatan perangkat lunak. Artifact dapat berupa model, deskripsi atau perangkat lunak) dari sistem perangkat lunak, seperti pada pemodelan bisnis dan sistem non perangkat lunak lainnya.
            UML merupakan suatu kumpulan teknik terbaik yang telah terbukti sukses dalam memodelkan sistem yang besar dan kompleks. UML tidak hanya digunakan dalam proses pemodelan perangkat lunak, namun hampir dalam semua bidang yang membutuhkan pemodelan.
            Pada UML terdapat diagram berbentuk grafik yang menunjukkan simbol elemen model yang disusun untuk mengilustrasikan bagian atau aspek tertentu dari sistem. Sebuah diagram merupakan bagian dari suatu view tertentu dan ketika digambarkan biasanya dialokasikan untuk view tertentu. Adapun jenis diagram antara lain :
a.   Use Case Diagram
      Use case adalah abstraksi dari interaksi antara sistem dan actor. Use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipe interaksi antara user sebuah sistem dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah sistem dipakai. Use case merupakan konstruksi untuk mendeskripsikan bagaimana sistem akan terlihat di mata user. Sedangkan use case diagram memfasilitasi komunikasi diantara analis dan pengguna serta antara analis dan client.

b  Class Diagram
      Class adalah dekripsi kelompok obyek-obyek dengan property, perilaku (operasi) dan relasi yang sama. Sehingga dengan adanya class diagram dapat memberikan pandangan global atas sebuah sistem. Hal tersebut tercermin dari class- class yang ada dan relasinya satu dengan yang lainnya. Sebuah sistem biasanya mempunyai beberapa class diagram. Class diagram sangat membantu dalam visualisasi struktur kelas dari suatu sistem.

c.   Component Diagram
      Component software merupakan bagian fisik dari sebuah sistem, karena menetap di dalam komputer dan tidak berada di dalam benak para analis. Component merupakan implementasi software dari sebuah class atau lebih. Component dapat berupa source code, komponent biner, atau executable component. Sebuah component berisi informasi tentang logic class atau class yang diimplementasikan sehingga membuat pemetaan dari logical view ke component view.Sehingga component diagram dapat merepresentasikan dunia riil yaitu component software yang mengandung component, interface dan relationship.

d.   Deployment Diagram
      Menggambarkan tata letak sebuah sistem secara fisik, menampakkan bagian-bagian software yang berjalan pada bagian-bagian hardware, menunjukkan hubungan komputer dengan perangkat (nodes) satu sama lain dan jenis hubungannya. Di dalam nodes , executeable component dan object yang dialokasikan untuk memperlihatkan unit perangkat lunak yang dieksekusi oleh node tertentu dan ketergantungan komponen.

e.   State Diagram
      State diagram menggambarkan semua state (kondisi) yang dimiliki oleh suatu object dari suatu class dan keadaan yang menyebabkan state berubah. Kejadian dapat berupa object lain yang mengirim pesan. State class tidak digambarkan untuk semua class, tetapi hanya class yang mempunyai sejumlah state yang terdefinisi dengan baik dan kondisi class berubah oleh state yang berbeda.

f.    Sequence Diagram
      Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan perilaku pada sebuah scenario. Kegunaannya untuk menunjukkan rangkaian pesan yang dikirim antara object juga interaksi antara object, sesuatu yang terjadi pada titik tertentu dalam eksekusi sistem.

g.   Collaboration Diagram
      Menggambarkan kolaborasi dinamis seperti sequence diagrams. Dalam menunjukkan pertukaran pesan, collaboration diagrams menggambarkan object dan hubungannya (yang mengacu kepada konteks). Tetapi jika penekannya pada waktu atau urutan lebih baik jika menggunakan sequence diagrams, tetapi jika penekanannya pada konteks gunakan collaboration diagram.

h.   Activity Diagram
      Activity Diagram menggambarkan rangkaian aliran dari aktivitas, digunakan untuk mendeskripsikan aktifitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktifitas lainnya seperti use case atau interaksi.

5.6 Struktur Navigasi
            Terdapat 2 (dua) jenis navigasi yang sering digunakan yaitu navigasi horizontal dan navigasi vertikal. Navigasi horizontal adalah navigasi yang bergeser mendatar sedangkan navigasi vertikal adalah navigasi yang penggeserannya secara bertingkat. Struktur navigasi adalah struktur jalur disuatu program. Menentukan suatu struktur navigasi merupakan suatu hal yang sebaiknya dilakukan sebelum membuat aplikasi, ada 4 (empat) macam bentuk dasar dari sturuktur navigasi yang bisa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi, yaitu :

5.6.1    Bentuk Linier
            Navigasi linier merupakan sturuktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita berurut, struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan secara berurut menurut aturannya dan dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 1.1 Struktur Navigasi Linier

5.6.2    Bentuk Hirarkis
            Struktur ini bisa juga disebut navigasi bercabang, merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabagan untuk data atau gambar pada layar dengan kriteria tertentu. Tampilan ini pada menu pertama disebut Master Page (Halaman Satu), halaman tersebut mempunyai percabangan yang disebut Slave Page (Halaman Pendukung) dan jika dipilih menjadi halaman utama kedua, begitu seterusnya, tampilan seperti pada gambar di bawah ini :
 
Gambar 1.2 Struktur Navigasi Hirarki

5.6.3    Non Linier
            Struktur navigasi non linier (tidak berurut) merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier hanya saja pada struktur ini diperkenankan untuk membuat percabangan. Percabangan struktur non linier berbeda dengan percabangan pada struktur hirarki, pada struktur ini kedudukan semua page sama sehingga tidak diperkenankan adanya master page dan slave page dan penggambarannya tampak seperti berikut :
Gambar 1.3 Struktur Navigasi Non Linier

5.6.4    Campuran
            Struktur ini merupakan gabungan dari struktur sebelumnya dan juga disebut dengan struktur navigasi bebas, maksudnya adalah jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dibuatkan percabangan. Bentuknya dapat dilihat pada gambar dibawah ini : 
 
Gambar 1.4 Struktur Navigasi Campuran

5.7              Sekilas Tentang Seksual
Sejak manusia dilahirkan hingga menjadi manusia dewasa, manusia memiliki dorongan­ yang dinamakan libido. Libido merupakan dorongan seksual yang sudah ada pada manusia sejak lahir. Libido pada anak berbeda dengan libido pada orang tua. Kepuasan seks pada anak, pencapaiannya tidak selalu melalui alat kelaminnya, melainkan melalui daerah-daerah lain yaitu mulut dan anus.
Istilah “seks” secara etimologis, berasal dari bahasa Latin “sexus” kemudian diturunkan menjadi bahasa Perancis Kuno “sexe”. Istilah ini merupakan teks bahasa Inggris pertengahan yang bisa dilacak pada periode 1150-1500 M. “Seks” secara leksikal bisa berkedudukan sebagai kata benda (noun), kata sifat (adjective), maupun kata kerja transitif (verb of transitive):
Secara terminologis seks adalah nafsu syahwat, yaitu suatu kekuatan pendorong hidup yang biasanya disebut dengan insting/ naluri yang dimiliki oleh setiap manusia, baik dimiliki laki-laki maupun perempuan yang mempertemukan mereka guna meneruskan kelanjutan keturunan manusia.

5.8              Sistem Operasi Android
Android adalah sistem operasi untuk handphone yang berbasis linux. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Android merupakan subset perangkat lunak untuk perangkat mobile yang meliputi sistem operasi, middleware dan aplikasi inti yang di release oleh Google.

5.9              Java
Java adalah bahasa pemrograman yang mirip dengan C/C++ . C/C++ adalah bahasa pemrograman yang umum digunakan untuk pemrograman web. Salah satu keunggulan dari java adalah dapat dijalankan dibanyak platform perangkat keras dan perangkat lunak sehingga pengembangan aplikasi dan pemrograman dapat menuliskan program dengan menjalankannya di mana saja, di platform sistem operasi apapun serta dikebanyakan komputer yang ada saat ini.

5.10          JVM
JVM adalah sebuah mesin virtual yang bekerja selayaknya sebuah mesin. JVM memiliki spesifikasi hardwarenya sendiri beserta platform yang dibutuhkan untuk melakukan kompilasi terhadap source code java. Setalah dikompilasi akan menghasilkan bytecode yang disebut berekstensi class yang isinya menyerupai kode mesin. Kode mesin sendiri diterjemahkan oleh mesin dimana dijalankan, sedangkan bytecode java diterjemahkan oleh JVM juga untuk menjalankan program Java komputer memerlukan JVM dan JVM dapat bekerja di platform apa saja. Selama memiliki JVM program Java dapat dijalankan tanpa memperhatikan platform. Karena, Java memiliki platform independent. Salah satu karakteristik bahasa pemograman Java adalah platform independent tidak tergantung kepada sistem operasi atau mesin apapun.

5.11          Eclipse
Eclipse adalah Integrated Development Environment (IDE) berbasiskan Java dari Sun Microsystem yang merupakan software development yang OpenSource, dengan kata lain software ini di bawah pengembangan bersama, bebas.

5.12          JDK
JDK (Java Development Kit) adalah semacam kotak peralatan (kit) yang digunakan untuk development. JDK ini berguna saat menulis code program.

5.13          SDK
SDK (Software Development Kit) biasanya adalah kumpulan dari tools yang dibutuhkan untuk membuat serta menjalankan program.

5.14          ADT
ADT (Android Development Tools) adalah plugin untuk Eclipse yang didesain untuk pengembangan aplikasi Android. ADT memungkinkan Eclipse untuk digunakan dalam membuat aplikasi Android baru, membuat User Interface, menambahkan komponen berdasarkan framework API Android, debug aplikasi dan pemaketan aplikasi Android.

5.15          XML
XML (eXtensible Markup Language) dikembangkan mulai tahun 1996 dan mendapatkan  pengakuan  dari W3C  pada bulan  Februari  1998.  Ketika  HTML dikembangkan pada tahun 1990, para penggagas XML mengadopsi bagian paling penting  pada  SGML  dan  dengan   berpedoman  pada  pengembangan  HTML menghasilkan markup language yang tidak kalah hebatnya dengan SGML. Seperti halnya HTML,  XML juga menggunakan elemen  yang ditandai dengan tag pembuka (diawali dengan „<‟ dan diakhiri dengan „>‟), tag penutup (diawali dengan „</ „diakhiri „>‟) dan atribut elemen (parameter yang dinyatakan dalam  tag  pembuka  misal  <form  name=”isidata”>).  Hanya  bedanya,  HTML mendefinisikan dari awal tag dan atribut yang dipakai didalamnya, sedangkan pada XML bisa menggunakan tag dan atribut sesuai keinginan. Keunggulan dari XML yaitu dapat  mendeskripsikan susunan informasi dan berfokus pada informasi itu sendiri.  XML  dibutuhkan  untuk  menyusun  dan  menyajikan  informasi  dengan format yang tidak mengandung format standard layaknya heading, paragraf, tabel dan lain sebagainya. Struktur layout XML Android sangat sederhana berupa tree dari elemen- elemen XML dimana setiap node-nya adalah subkelas dari kelas view.

5.16          MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data dengan menggunakan standard SQL atau DBMS (Database Management System) yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL. Pada mulanya MySQL hanya dapat dijalankan pada sistem operasi berbasis Unix atau Linux. Namun pada perkembangannya, MySQL dapat berjalan pada sistem operasi : Linux, Windows, Solaris, FreeBSD, MacOS, dan Novel. Disini salah satu contoh dari versi My SQL yaitu My SQL 4.0.

6.                  Metode Penelitian
            Metode yang di gunakan dalam pembuatan tugas akhir ini terbagi menjadi dua yaitu metode pengumpulan data dan metode perancangan sistem.
6.1  Metode Studi Pustaka
            Pada metode studi pustaka, data dan referensi yang di perlukan diambil dari buku, buku elektronik, maupun website. Terdapat materi tentang sistem pakar, pemrograman Android dan juga materi tentang penyakit menular seksual serta cara pengobatannya.
6.2  Metode Pengembangan SDLC (System Development Life Cycle)
1.      Perencanaan
Pada tahap ini di cari tahu apakah permasalahan pada sistem yang sudah ada. Apabila ada, solusi dari masalah tersebut harus di pikirkan serta tujuan apa yang akan di capai.
2.      Analisis Sistem
Pada tahap ini mulai di identifikasi penyebab masalah yang ada, dalam pengembangan sistem pakar ini masalah yang ada adalah kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia akan penyakit menular seksual. Solusi yang di ambil adalah dengan pengembangan sistem pakar sebagai alternatif untuk memberikan solusi dan penanggulangan PMS. Solusi yang diambil adalah dengan pengembangan sistem pakar yang bisa menggantikan sementara tugas dokter. Selain itu dilakukan juga metode akuisisi pengetahuan (Knowledge Acquisition), yakni tahap ini pekerja dalam bidang kedokteran spesialis kulit dan kelamin akan diwawancara agar mendapatkan metode yang baik dalam melakukan analisis dalam penyakit menular seksual.
3.      Perancangan
Pada tahap ini akan di gambarkan bagaimana suatu sistem di bentuk. Alat yang di gunakan dalam perancangan sistem adalah UML (Unified Modelling Language). Juga dilakukan representasi pengetahuan (Knowledge Representation) yakni suatu teknik untuk mempresentasikan basis pengetahuan yang diperoleh kedalam suatu skema atau diagram tertentu sehingga dapat diketahui relasi atau keterhubungan antara suatu data dengan data yang lain. Teknik membantu dalam memahami struktur pengetahuan yang akan dibuat sistem pakarnya.
4.    Implementasi
Pada tahap ini desain dan logika yang sudah di rancang di buat menjadi kode-kode bahasa pemrograman kemudian di lakukan pengujian terhadap program yang di buat.
Alat-alat yang di gunakan untuk pembuatan tugas akhir adalah :
a)                  Perangkat Keras
Perangkat keras (hardware) yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi tersebut adalah :
1.      Prosesor Intel Core i3.
2.      Memori 4 GB DDR3.
3.      Kartu grafis ATI Radeon 2GB.
b)                  Perangkat lunak (software)
Perangkat lunak (software) yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi tersebut adalah :
1.                Sistem operasi Microsoft Windows 8.
2.                Android SDK Manager.
3.                Android Developer Tools (ADT).
4.                Java Development Kit (JDK).

7.      Kerangka Pikiran
Sistem pakar untuk diagnosis penyakit  menular seksual ini merupakan suatu sistem pakar yang dirancang sebagai alternatif untuk membantu masyarakat dalam memberikan solusi terhadap penyakit menular seksual. Pengetahuan ini didapat dari berbagai sumber diantaranya penelitian dan seminar yang dilakukan pakar dalam bidangnya serta buku yang berhubungan dengan penyakit menular seksual. Basis pengetahuan disusun sedemikian rupa ke dalam suatu database dengan beberapa tabel diantaranya tabel penyakit, tabel gejala dan tabel aturan untuk mempermudah kinerja sistem dalam penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan dalam pakar ini menggunakan metode inferensi forward chaining. Sistem pakar ini akan menampilkan pilihan gejala yang dapat dipilih oleh user, dimana setiap pilihan gejala akan membawa user kepada pilihan gejala selanjutnya sampai mendapatkan hasil akhir. Ada hasil akhir sistem pakar akan menampilakn pilihan gejala user, jenis penyakit yang diderita, penyebab dan penanggulangannya.  Dengan berbasiskan sistem operasi Android, diharapkan tingkat kemudahan pengaksesan sistem pakar ini lebih mudah dan efisien, dilihat dari perkembangan teknologi telepon selular dewasa ini. Hampir semua lapisan masyarakat sudah tidak asing lagi dengan sistem operasi berbasis Android [medanbisnisdaily.com, 2014].
Gambar 1.5 Kerangka Pemikiran

8.      Sistematika Penulisan
Pembuatan tugas akhir ini terdiri dari lima bab. Bab satu membahas tentang latar belakang masalah, pembatasan masalah, tujuan pembuatan tugas akhir dan metode penelitian serta sistematika penulisan ilmiah. Kemudian pada bab dua di jelaskan tentang teori yang berhubungan dengan pembuatan tugas akhir ini, seperti definisi sistem pakar dan juga pemrograman Android yang terdiri dari bahasa XML sebagai pengatur User Interface (UI) dan Java sebagai pengatur alur logikanya, kemudian pembahasan tentang penyakit menular seksual. Selanjutnya di bab tiga di jelaskan tahapan-tahapan pembuatan aplikasi. Dimulai dengan pembuatan struktur navigasi, perancangan User Interface (UI),dan penulisan kode program serta perancangan database. Lalu bab empat berisi hasil implementasi dan menampilkan print screen proses input sampai dengan output pada perangkat smartphone . Pada bab lima  berisi tentang kesimpulan pembahasan penulisan beserta saran-saran.

9.                  Rencana dan Jadwal Kerja
 
 
10.  Daftar Pustaka
  1. Adi Nugroho. 2008.  Pemrograman Java Menggunakan IDE Eclipse, Jakarta :  Andi Publisher.
  2. Arhmi, M. 2005. Konsep Dasar Sistem Pakar. Jilid 1. Yogyakarta: Andi.
3.      Irfan Subakti. 2006. Sistem Berbasis Pengetahuan. Surabaya
4.      Kusumadewi, S. 2003. Artificial Intelligence: Teknik dan Aplikasinya. Yogyakarta : Graha Ilmu.
5.      Muin, M. 2013. Hubungan Pengetahuan Penyakit Menular Seksual (Pms) Dengan Tindakan Kebersihan Alat Reproduksi Eksternal Remaja Putri Di Sma Nasional Makassar Tahun 2013. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
6.      Safaat H, Nazruddin. 2012. Pemograman Aplikasi Mobile Smartphone dan Tablet PC Berbasis Android. Bandung: Informatika.
  1. Yenny, SW. 2013. Kondiloma Akuminata Pada Wanita Hamil: Salah Satu Modalitas Terapi. Jurnal Kesehatan Andalas.
  2. URL:  http://www.referensimakalah.com/2012/11/definisi-seks-dan-seksualitas.html, 8 Maret 2014
  3. URL:  http://jappy.8k.com/whats_new_1.html, 8 Maret 2014
10.  URL:  http://lestari-ayudiah.blogspot.com/2012/04/sistem-pakar-kerusakan-pc-berbasis.html, 10 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar